Modus Investasi I-Mitra Menelan Ratusan Juta, Korban Meminta Polri Segera Tangkap pelaku

oleh -2587 Dilihat

WARTAPUBLIK.COM, Bangka Belitung – Nama I-Mitra merupakan aplikasi digital bergerak di bidang investasi perdagangan crypto, belakang ini ngetop, lantaran menjanjikan keuntungan yang besar dan meyakinkan para calon member.

Namun dibalik ini semua, merupakan akal bulus yang hanya memberikan angin segar bagi korban korbannya.

Salah satu korban  Efendi asal Bangka, Sungailiat mengaku, dirinya belum lama ikut investasi yang dikenalkan oleh temanya bernama Henoch RudiIwanudin dari Jakarta. Sebuah aplikasi digital namanya I-Mitra banyak program unggulan investasi perdagangan yang menjanjikan keuntungan besar.

” Tentang I-Mitra, sebelumnya memang saya di presentasikan oleh teman saya Pak Henoch RudiIwanudin  dari Jakarta untuk bergabung. Disini saya hanya bermodal Rp. 1.500.000, itu saja awalnya pak, ” ungkap EF, Jum’at (19/07/24).

Lanjut dikatakan Efendi Karena sangat  menggiurkan dan menjanjikan di sistem I-Mitra ini akhirnya tertarik untuk mengembangkan ke temen- temen yang berminat tanpa paksaan.

” Terus terang kawan -kawan yang bergabung  di I-Mitra ini nilainya bervariasi ada yang terkecil Rp 200,000, Rp 500.000, Rp 1500.000, Rp. 9000.000, ada juga sampai Rp.50.000.000 – Ratusan juta dan itu awalnya berjalan lancar dengan yang menjanjikan keuntungan ada 4%, 5%,6% selain Bonus harian,atas kejadian dugaan penipuan ini saya harap pihak Kepolisian RI segera menangkap aktor di balik Investasi bodong I-mitra,” jelas Efendi.

Sementara itu, salah satu Korban asal Jakarta Henoch RudiIwanudin saat dihubungi redaksi wartapublik.com membenarkan kejadian tersebut dan mengutarakan bahwa ada Kronologi penipuan digital (scam) dengan modus investasi perdagangan crypto melalui aplikasi/website – www.imitra.id.

Menurut keterangan Henoch RudiIwanudin,

“Awal Juli 2024 saya mengunjungi FB melalui akun saya HenochRudiIwanudin dan mendapatkan FB ads dari Imitra. Saya klik “minat” dan kemudian dihubungi oleh seorang mengaku bernama Atiya menghubungi saya dan menawarkan program investasi dengan mengirimkan presentasi penawaran lewat WhatsApp,” kata Henoch, Jum’at 19 Juli 2024 melalui HP Seluler (WhatsApp).

Baca lagi :  Kejagung RI Tetapkan Tersangka Ke-11 Kasus Korupsi Komoditas Timah

Kemudian tentang tawaran itu, Ia menolak dikarenakan untuk deposit dikirim ke rekening  atas nama pribadi.

” Karena penasaran, saya ikut dengan nilai 3 juta rupiah untuk mencoba. Akhirnya terbukti mengirimkan keuntungan tiap harinya ke rekening. Kemudian saya  dimasukkan dalam group yang saat itu sudah kurang lebih 700 orang,” terangnya.

Selanjutnya, Dia ditawarkan untuk menjadi ambassador dengan merekrut 10 orang dan mendapatkan bonus sebagai ambassador.

Selain itu menurut Dia, diminta mengisi formulir dan melakukan online meeting dengan sdr. Jason yg mengaku di Singapore.

“Setelah online meeting, saya semakin yakin dan terus merekrut orang untuk ikut.Tanpa sadar semua orang yang saya rekrut juga mengalami hal yang sama dan menduplikasi, sehingga ditanggal 12 Juli 2024, jumlah tim saya sudah 465 orang,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan pada Tanggal 13 Juli 2024 I-Mitra memberikan informasi jika akan dilakukan integrasi dengan Gateway Payment (API to API). Kemudian Tgl 15 juli 2024 jam 15.00 wib sesuai dengan informasi, ternyata sistem juga tidak kunjung selesai dengan berbagai macam alasan.

” Dan Tanggal 15 Juli 2024 saya menelpon Atiya dan Jason untuk meminta pertanggungjawaban. Mereka meyakinkan pada tanggal 16 Juli 2024 jam 10.00 wib, dipastikan system normal dan semua profit serta bonus dibayarkan,” kata Henoch.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pada Tanggal 16 Juli 2024  sekira pukul 09.30 WIB ada pengumuman untuk setiap Investor (member) harus membayar 1 juta  per akun untuk biaya maintenance. Semua investor mulai bergejolak dan ada yang tergiur membayar dan kebanyakan tidak mau membayar. Disusul dengan pengumuman jika tidak membayar akun akan di frezee.

Kemudian Henoch dapat info kembali bahwa tanggal 16 Juli 2024 jam 15.00 WIB, disampaikan akan dibayarkan semua namun semua system tereset dan nilai 0 di semua akun Investor dan tidak ada transfer pembayaran apapun ke rekening investor ( member). Kemudian
pada Jam 15.15 WIB disampaikan pengumuman bahwa mereka membubarkan diri/menutup dan menghilang semua.

Baca lagi :  Perairan Tembelok -Keranggan Diserbu Penambang, APH Diminta Turun Tangan

” Atas kejadian ini saya akan lakukan pelaporan kepihak berwajib agar bisa mengungkap dan menangkap pelaku di balik investasi I-Mitra yang diduga menelan  Ratusan Juta , ” tutupnya.

Setelah dipublikasikan pihak redaksi terus lakukan konfirmasi kepihak- pihak korban dan berupaya menghubungi pihak penerima transaksi atas nama Santi Nugraha Bank BRI, Yuliani Bank Mandiri juga Lili Bank BCA.

Penulis: Hary

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.