Caption Foto : Ketua Bidang Organisasi Sekber Ormas, OKP dan LSM Babel, Anthoni S.H, memberikan keterangan pers terkait bantahan tuduhan Batara soal serangan senjata tajam.
Editor : Haryani
Wartapublik.com, Pangkalpinang — Sekretariat Bersama (Sekber) Ormas, OKP dan LSM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membantah tegas tuduhan Batara yang menyebut dirinya diserang menggunakan senjata tajam saat aksi ngamen di depan Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Selasa (25/11/2025).
Ketua Bidang Organisasi Sekber, Anthoni S.H, menyatakan narasi yang disampaikan Batara melalui akun TikTok-nya tidak sesuai fakta dan dianggap bersifat provokatif.
“Apa yang disampaikan Batara bahwa ada ormas membawa atau menyerang dengan senjata tajam itu cerita karangan. Tuduhan itu mengadu domba dan seolah dibuat untuk mencari simpati publik setelah aksi ngamennya dibubarkan,” kata Anthoni dalam keterangan pers, Jumat (28/11/2025).
Menurut Anthoni, pembubaran aksi dilakukan spontan karena Batara dan rekan-rekannya bersikeras tampil tepat di sisi pintu gerbang Pengadilan Negeri Pangkalpinang. Lokasi tersebut dinilai tidak tepat karena berpotensi mengganggu proses persidangan kasus yang sedang berjalan.
“Kami tidak melarang siapa pun ngamen atau galang dana. Tapi harus tahu tempat. Banyak lokasi lain, tapi kenapa memilih pengadilan? Itu yang membuat kami curiga ada kepentingan tertentu,” ujar Anthoni.
Ia menilai aksi tersebut berpotensi menjadi bentuk intervensi publik terhadap proses peradilan, yang dapat mengganggu independensi hakim.
Anthoni menegaskan tidak ada kekerasan fisik, apalagi penggunaan senjata tajam, seperti yang dituduhkan Batara. Ia menjelaskan, situasi sempat terjadi dorong-dorongan ketika negosiasi tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya Batara diamankan polisi ke Polsek terdekat.
“Tidak ada aksi kekerasan, tidak ada serangan sajam. Itu cerita yang dibuat-buat,” tegas Anthoni yang didampingi Wakil Ketua Sekber, Fahrizan Buntuk, dan Sekretaris, Ferry Irawan.
Sebelumnya, dalam unggahan videonya, Batara mengklaim dirinya dan rekan-rekan diserang sekitar 300 orang ormas yang disebut membawa pisau saat ia baru menyanyikan dua lagu dalam aksi ngamennya.














