Caption Foto: Pelajar SMP Negeri 1 Simpang Pesak, Belitung Timur, menunjukkan inovasi pengolahan gedebong pisang menjadi produk pangan sambalingkung dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).
Editor : Haryani
WartaPublik.com, BELITUNG TIMUR — Komitmen PT Timah (Persero) Tbk dalam mendukung dunia pendidikan dan inovasi generasi muda kembali ditunjukkan melalui dukungan terhadap riset pelajar SMP Negeri 1 Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur.
Dua siswa dari sekolah tersebut berhasil menembus 50 besar tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri karena mereka merupakan satu-satunya perwakilan dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berhasil lolos ke tahap kedua.
Kepala SMP Negeri 1 Simpang Pesak, Herman Sujono, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras para siswa serta dukungan berbagai pihak, termasuk PT Timah.
“Alhamdulillah, tahun ini siswa kami masuk 50 besar nasional dan menjadi satu-satunya perwakilan dari daerah yang lolos ke tahap kedua,” ujarnya, Rabu (04/03/26).
Dalam penelitian tersebut, para siswa mengangkat inovasi pengolahan gedebong pisang menjadi produk pangan bernilai ekonomi berupa sambalingkung. Selama ini masyarakat umumnya hanya memanfaatkan daun dan buah pisang, sementara bagian gedebong jarang dimanfaatkan.
Melalui riset tersebut, siswa membuktikan bahwa gedebong pisang dapat diolah menjadi produk makanan dengan cita rasa khas yang berbeda dari sambalingkung berbahan ikan.
Untuk memastikan keamanan produk, tim siswa melakukan uji laboratorium keamanan pangan di dua lokasi berbeda.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi.
Dalam proses pengembangan inovasi tersebut, PT Timah memberikan dukungan berupa pembiayaan uji laboratorium serta bantuan peralatan produksi, termasuk mixer yang digunakan dalam proses pembuatan produk.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan siswa menuju tahap 20 besar nasional sekaligus mendorong pengembangan kewirausahaan berbasis riset di lingkungan sekolah.
“Sekolah kami memiliki keterbatasan anggaran. Dukungan PT Timah sangat membantu dalam memberdayakan siswa agar lebih kreatif dan aktif. PT Timah menjadi salah satu penopang kegiatan inovasi di sekolah kami,” kata Herman.
Ia menambahkan, produk hasil inovasi siswa saat ini mulai dipasarkan secara terbatas di lingkungan sekolah dan kalangan guru sebagai langkah awal pengembangan usaha.
Sebelumnya, SMP Negeri 1 Simpang Pesak juga aktif mengembangkan berbagai inovasi penelitian, salah satunya pengolahan biji karet menjadi minyak sabun.
Herman berharap kolaborasi antara sekolah dan PT Timah dapat terus berlanjut guna mendukung lahirnya inovator muda di Kabupaten Belitung Timur.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini. Semoga ke depan semakin banyak program yang bisa memberikan manfaat bagi siswa dan masyarakat Belitung Timur,” ujarnya.






