Caption Foto: Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yogi Maulana mengecam dugaan kekerasan terhadap wartawan dan Satgas Tata Kelola Timah.
Editor : Haryani
Wartapublik.com, PANGKALPINANG — Dugaan aksi kekerasan terhadap wartawan dan anggota Satgas Tata Kelola Timah di kawasan gudang pengolahan mineral PT PMM, Sabtu (7/3/2026), menuai kecaman dari berbagai pihak.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yogi Maulana, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap wartawan maupun petugas yang menjalankan tugas negara tidak dapat ditoleransi.
“Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengecam keras segala bentuk tindakan kekerasan terhadap wartawan maupun pihak yang sedang menjalankan tugas pengawasan tata kelola pertambangan. Wartawan bekerja dilindungi oleh Undang-Undang Pers, sehingga intimidasi apalagi kekerasan merupakan ancaman nyata terhadap kebebasan pers,” tegas Yogi, Senin (9/3/2026).
Ia menilai peristiwa tersebut bukan sekadar insiden biasa, melainkan berpotensi mencederai prinsip demokrasi serta kebebasan pers di Bangka Belitung.
Menurutnya, keberadaan Satgas Tata Kelola Timah merupakan bagian dari langkah negara dalam membenahi sektor pertambangan yang selama ini menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Satgas tersebut menjalankan mandat negara untuk memperbaiki tata kelola pertambangan, khususnya komoditas timah yang menjadi sektor strategis di Bangka Belitung,” ujarnya.
Yogi menegaskan, segala bentuk upaya yang menghalangi apalagi disertai tindakan kekerasan terhadap petugas yang menjalankan tugas negara tidak dapat dibenarkan.
Komisi III DPRD Babel juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Kepulauan Bangka Belitung, agar segera melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan.
Ia menekankan, jika terbukti ada pihak yang terlibat, maka proses hukum harus ditegakkan secara tegas guna memberikan kepastian hukum serta efek jera.
“Penegakan hukum harus dilakukan secara objektif dan transparan agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum sekaligus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.






