Scroll untuk baca artikel
Berita

PT TIMAH Bantu Pengobatan Bocah Penderita Hirschsprung di Sungailiat

485
×

PT TIMAH Bantu Pengobatan Bocah Penderita Hirschsprung di Sungailiat

Sebarkan artikel ini

Caption Foto: PT TIMAH menyerahkan bantuan kepada keluarga Kayla alias Kekey, bocah penderita Hirschsprung di Sungailiat, untuk membantu meringankan biaya pengobatan, Selasa (31/3/2026).

Editor : Haryani
Wartapublik.com, BANGKA — PT TIMAH (Persero) Tbk kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di wilayah operasional perusahaan dengan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

Kali ini, bantuan disalurkan kepada Kayla, bocah asal Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang tengah berjuang melawan penyakit Hirschsprung.

Di usianya yang belum genap enam tahun, Kayla yang akrab disapa Kekey harus menjalani perjuangan panjang menghadapi penyakit kelainan saraf usus yang membuatnya tidak dapat buang air besar secara normal.

Di usia yang masih sangat belia, Kekey harus melalui serangkaian tindakan medis yang tidak ringan, termasuk operasi besar untuk mengangkat bagian saraf dan usus yang sudah tidak berfungsi.

Melihat kondisi tersebut, PT TIMAH hadir memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada orang tua Kekey pada Selasa (31/3/2026) di Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Ayah Kekey, Imam, saat ini juga tengah menderita stroke sehingga tidak dapat lagi beraktivitas seperti biasa.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, sang ibu Dira Febby yang bekerja sebagai penjaga kantin menjadi satu-satunya tulang punggung ekonomi keluarga.

Imam menceritakan, awalnya kondisi anaknya hanya terlihat seperti gangguan pencernaan biasa.

“Awalnya dia seperti sembelit biasa, lalu dikasih obat. Makin lama baru terlihat, ternyata kalau tidak diberi obat, Kekey tidak buang air besar sama sekali,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Imam, anaknya sempat tidak dapat buang air besar selama satu bulan penuh.

Kondisi itu kemudian membuat keluarga membawa Kekey untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit hingga akhirnya didiagnosis mengidap penyakit Hirschsprung.

“Setelah didiagnosis penyakit itu, Kekey dirujuk ke rumah sakit di Palembang yang memiliki fasilitas medis lebih lengkap,” katanya.

Di rumah sakit tersebut, Kekey akhirnya menjalani operasi untuk mengangkat saraf dan usus yang sudah tidak berfungsi.

Untuk sementara waktu, Kekey juga diwajibkan menggunakan kantung stoma sebagai sistem pembuangan yang dipasang di bagian perut.

Sejak Januari hingga Maret 2026, keluarga Kekey harus menetap di Palembang demi menjalani serangkaian pemeriksaan dan tindakan medis lanjutan.

Melihat kondisi keluarga yang tengah menghadapi keterbatasan ekonomi serta biaya pengobatan yang cukup besar, PT TIMAH memberikan bantuan untuk meringankan beban keluarga.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran proses pengobatan dan pemulihan Kekey.

Imam pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PT TIMAH atas perhatian dan dukungan yang diberikan.

“Saya sangat berterima kasih kepada PT TIMAH yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada keluarga saya.Bantuan ini sangat kami perlukan untuk kelancaran pengobatan anak kami, Kekey,” ujarnya. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *