WARTAPUBLIK.COM, Pangkalpinang-Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, mewakili Pj. Wali Kota menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri, Senin (7/7/2025). Kegiatan ini berlangsung secara virtual di Smart Room Center Lantai 2 Kantor Wali Kota Pangkalpinang.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian. Dalam arahannya, Mendagri menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Tito menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara nasional saat ini berada di angka 4,87 persen, masih di bawah target minimal sebesar 5,3 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Provinsi Babel dilaporkan baru mencapai 4,60 persen.
“Untuk mencapai target nasional, dibutuhkan kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk optimalisasi kawasan industri dan percepatan realisasi anggaran,” kata Tito.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga meminta setiap kepala daerah segera membentuk Tim Pengendalian Pertumbuhan Ekonomi, serupa dengan Tim Pengendalian Inflasi yang sudah berjalan, guna mempercepat laju ekonomi di daerah masing-masing.
Sementara itu, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang saat ini menjadi yang tertinggi di Babel, dengan kontribusi sebesar 18,04 persen terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi.
“Meski pertumbuhan ekonomi Pangkalpinang tertinggi di Babel, kontribusi terbesar masih dipegang Kabupaten Bangka dengan 18,6 persen,” ujar Juhaini.
Terkait inflasi, Juhaini menjelaskan bahwa inflasi Kota Pangkalpinang tercatat sebesar 0,96 persen, masih berada di bawah target nasional yaitu plus-minus 2,5 persen.
Ia juga menegaskan bahwa percepatan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Komponen terbesar dalam pembentukan pertumbuhan ekonomi adalah belanja pemerintah. Karena itu, kami terus berupaya meningkatkan serapan anggaran APBD agar sesuai target. Untuk triwulan pertama, kami menargetkan serapan minimal di atas 42 persen,” jelas Juhaini.
Selain itu, pihaknya juga mendukung penuh program percepatan pembangunan nasional, seperti program pembangunan 3 juta rumah yang digagas pemerintah pusat.
( Hary- wartapubik. com)






