Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

RSUD Dr. Iskak Tulungagung Perkuat Deteksi Dini dan Pendampingan Pasien dalam Upaya Eliminasi TBC 2030

658
×

RSUD Dr. Iskak Tulungagung Perkuat Deteksi Dini dan Pendampingan Pasien dalam Upaya Eliminasi TBC 2030

Sebarkan artikel ini
Caption Foto : Plt. Direktur RSUD Dr. Iskak, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A., M.Kes., saat menyampaikan komitmen percepatan eliminasi TBC di Tulungagung.

Wartawan: Jiansen|Editor Haryani

Wartapublik.com, Tulungagung — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Iskak Tulungagung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Melalui penguatan sistem deteksi dini dan pengawasan terapi pasien, rumah sakit ini menjadi garda terdepan dalam upaya menekan angka penularan penyakit menular tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Dr. Iskak, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A., M.Kes, menyampaikan bahwa pihaknya kini tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada pemantauan proses penyembuhan pasien hingga tuntas.

“Kami memastikan setiap pasien menjalani pengobatan sesuai standar nasional dan mendapat pendampingan sampai benar-benar sembuh. TBC bisa disembuhkan, asalkan pasien disiplin menjalani terapi,” ujar dr. Aini, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan RSUD Dr. Iskak tidak berhenti di ruang perawatan. Rumah sakit juga aktif membangun jejaring kolaborasi dengan puskesmas, organisasi masyarakat, hingga kader kesehatan di tingkat desa untuk memperluas jangkauan skrining dan edukasi publik.

“Tantangan utama bukan hanya medis, tapi juga sosial. Masih ada stigma terhadap pasien TBC. Karena itu, kami hadir untuk mengedukasi dan mendampingi masyarakat agar berani memeriksakan diri sejak dini,” tambahnya.

Langkah strategis RSUD Dr. Iskak ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mencapai target eliminasi TBC tahun 2030. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hingga saat ini masih terdapat 1.249 kasus TBC baru (43,63%), dengan tingkat keberhasilan pengobatan 84,60 persen, sedikit di bawah target nasional 90 persen.

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menegaskan bahwa rumah sakit daerah menjadi pusat penggerak utama dalam penanganan TBC. Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak agar target eliminasi dapat tercapai tepat waktu.

“RSUD Dr. Iskak adalah ujung tombak dalam strategi daerah menekan angka TBC. Namun keberhasilan eliminasi tidak bisa dicapai hanya oleh rumah sakit. Semua elemen, dari pemerintah hingga masyarakat, harus berperan aktif,” tegasnya saat membuka Koordinasi Lintas Sektor Pencegahan dan Penanggulangan TBC di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa.

Dukungan juga datang dari Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Tulungagung, yang baru saja dilantik. PPTI berkomitmen menjadi mitra RSUD dalam memperluas skrining, mendukung kepatuhan pasien, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengobatan tuntas.

Ketua Badan Kehormatan PPTI Tulungagung, Endang Dwi Retnowati, mengatakan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami siap menjadi perpanjangan tangan masyarakat untuk membantu pemerintah dan rumah sakit dalam memutus mata rantai penularan TBC,” ujarnya.

Dengan strategi terpadu, penggunaan teknologi medis, serta model pendampingan pasien yang berkelanjutan, RSUD Dr. Iskak diharapkan mampu menjadikan Tulungagung sebagai daerah percontohan nasional dalam penanganan TBC yang komprehensif dan humanis.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *