Scroll untuk baca artikel
Berita Terkini

Puluhan Tambang Rajuk Rusak Pantai Enjel, Abrasi Parah dan Dugaan Setoran 500 Ribu per Minggu

503
×

Puluhan Tambang Rajuk Rusak Pantai Enjel, Abrasi Parah dan Dugaan Setoran 500 Ribu per Minggu

Sebarkan artikel ini

Caption Foto : Aktivitas puluhan tambang rajuk di bibir Pantai Injel, Bangka Barat, diduga menyebabkan abrasi dan pencemaran laut. Foto/Ist./Tim , Sabtu (3/1/26). 

  • Laporan : Komarudin (Tim Investigasi)
  • Editor : Haryani

WartaPublik.com, Bangka Barat— Kerusakan lingkungan di kawasan bibir Pantai Enjel, Muntok Kabupaten Bangka Barat, kian mengkhawatirkan. Puluhan unit tambang inkonvensional (TI) jenis rajuk terpantau beroperasi secara masif di sepanjang pesisir pantai, mengakibatkan abrasi parah dan rusaknya ekosistem pesisir, Sabtu (3/1/26).

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas penambangan berlangsung siang dan malam.Galian besar tampak menganga di bibir pantai, sementara vegetasi alami yang berfungsi sebagai penahan gelombang nyaris hilang tertimbun material pasir sisa pencucian timah.

Aktivitas tambang yang dilakukan tepat di kawasan pesisir ini juga berdampak langsung pada pencemaran laut. Limbah tailing dari mesin rajuk dibuang langsung ke perairan Pantai Injel, menyebabkan air laut berubah keruh kecokelatan.

Kondisi tersebut diduga merusak biota laut dangkal serta mengganggu wilayah tangkap nelayan tradisional.

Selain dampak lingkungan, aktivitas tambang ini juga disertai dugaan praktik pungutan biaya kepada para penambang. Sejumlah penambang mengaku harus menyetor biaya kepada pemilik lahan tempat mereka beroperasi.

“Setiap unit dikenakan fee Rp 500 ribu per minggu. Pembayarannya melalui orang kepercayaan pemilik lahan,” ujar seorang penambang yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Namun, meski memungut biaya rutin, pemilik lahan disebut tidak memberikan jaminan perlindungan hukum kepada para penambang.

“Kalau ada razia atau penertiban, kami diminta tanggung sendiri. Pemilik lahan tidak mau ikut bertanggung jawab,” tambah sumber tersebut.

Kondisi Pantai Enjel yang semakin rusak memicu kekhawatiran masyarakat setempat.

Mereka mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun tangan untuk menghentikan aktivitas penambangan ilegal serta melakukan langkah pemulihan lingkungan.

Jika tidak segera ditangani, Pantai Enjel dikhawatirkan akan kehilangan fungsi ekologisnya sekaligus terancam hilang sebagai salah satu kawasan pesisir potensial di Bangka Barat.

Sementara itu, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, SH,, S. I. K saat dikonfirmasi oleh awak media ini belum memberikan keterangan. (Tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *