Scroll untuk baca artikel
Daerah

Festival Ramadan Dorong Mentok Kian Dikenal sebagai Kota 1.000 Kue

772
×

Festival Ramadan Dorong Mentok Kian Dikenal sebagai Kota 1.000 Kue

Sebarkan artikel ini

Caption Foto: Kepala Dinas Pariwisata Bangka Barat Fachriasyah, Ramadhan menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional Mentok

Wartawan : KMR

WartaPublik.com, MENTOK — Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Barat memperkuat branding Mentok sebagai “Kota 1.000 Kue” untuk mendorong wisata kuliner Ramadan sekaligus meningkatkan ekonomi pelaku UMKM lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Bangka Barat, Fachriasyah, mengatakan Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional Mentok kepada wisatawan lokal maupun luar daerah.

“Branding Kota 1.000 Kue bukan sekadar slogan, tetapi identitas masyarakat Mentok yang diwariskan turun-temurun. Ramadan menjadi momen terbaik untuk memperkenalkannya lebih luas,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menyebut ratusan jenis kue tradisional yang hadir di bazar Ramadan seperti maksuba, bangkit, jongkong, keretek, dan bolu kojo menjadi daya tarik wisata kuliner di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Untuk mendukung pengembangan destinasi tersebut, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah program, di antaranya festival kuliner Ramadan tahunan, promosi digital wisata Mentok, sertifikasi higienitas produk UMKM, paket wisata religi dan kuliner, serta pelatihan generasi muda pembuat kue tradisional.

Fachriasyah menegaskan, kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah diperlukan guna menjaga kualitas produk sekaligus memperluas promosi.

“Kue Mentok bukan hanya makanan, tetapi bagian dari sejarah keluarga, identitas kota, dan peluang ekonomi masyarakat,” katanya.

Nilai sejarah juga menjadi bagian dari promosi wisata kuliner Mentok. Salah satunya penganan pelite yang disebut pernah disantap Presiden pertama RI, Soekarno, saat menjalani pengasingan di Bangka pada akhir 1940-an.Menurut Fachriasyah, narasi sejarah tersebut menambah daya tarik wisata.

“Wisatawan tidak hanya menikmati kue, tetapi juga mengenal sejarah Mentok,” ujarnya.

Di bazar Ramadan Desa Tanjung, pelaku UMKM Siti Aminah mengaku permintaan kue tradisional meningkat signifikan selama Ramadan. Ia menjual kue bangkit dengan resep warisan keluarga.

“Kalau Ramadhan, banyak pembeli dari luar daerah yang mencari kue khas Mentok,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menargetkan branding Kota 1.000 Kue mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperkuat posisi Mentok sebagai pusat wisata kuliner Ramadan di Bangka Belitung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *