WARTAPUBLIK.COM, Bangka Belitung – Seorang Akademisi Tokoh Revolusioner Deddy Hartadi yang banyak mengeyam pendidikan baik ditingkat Nasional maupun Internasional serta pendidikan Lemhannas dan saat ini mendorong segera dibentuknya “Rapala” (Relawan Penjaga Laut Nusantara) di Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam wawancaranya, Deddy Hartadi banyak mengupas tentang peran serta masyarakat yang akan bergabung dengan organisasi Rapala.
“Apa itu Rapala, Relawan Penjaga Laut Nusantara di bawah pembinaan dan pengawasan sesuai SK dan diketahui Bakamla (Badan Keamanan Laut) RI atau dikenal dengan Maritime Security Board (IMSB) atau Indonesian Coast Guard merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas melaksanakan Patroli keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di Wilayah Perairan Indonesia,” terangnya.
Dikatakan Deddy Hardadi bahwa Bakamla itu mempunyai kekuasaan hukum tutorial dari mulai zonasi 0 sampai dengan zonasi eksklusif .
“Rapala ini akan dibentuk oleh badan sendiri di SK kan oleh mereka, boleh dibilang tugas mereka sebagai bagian Mitra sebagai kaki tangan sebagai pembantu beranggotakan berbagai unsur masyarakat, tokoh masyarakat, pedagang, petani, nelayan dan seterusnya ,” ungkap Hartadi dalam wawancara, Kamis (04/07/24) di Kafe Inklusi Jalan A Yani Kota Pangkalpinang.
Lanjutnya, tujuannya sangat penting sebagai peran masyarakat di dalam menjaga kesatuan negara Indonesia.
“Gagasan pembentukan Rapala itu sudah lama diwacanakan mulai tahun 2017 silam yang mana salah satunya saya ikut merumuskan cikal bakal organisasi ini agar masyarakat sendiri ikut mengawasi, juga sebagai intelejen nya pada intinya untuk menjaga lingkungan laut dan ekosistem dari kerusakan, ” ungkapnya.
Deddy Hardadi juga menerangkan lebih dalam maksud dan tujuan akan dibentuk segera di Bangka Belitung. Untuk melaksanakan wajib program kerja yang sudah disusun diantaranya, relawan wajib militer, menjaga laut dari kerusakan, ikut amankan aset yang berkaitan dengan laut, peran serta kepariwisataan, maritim, ikut melancarkan alur nelayan dan seterusnya.
Menurutnya bukan saja wajib militer, Rapala juga di bekali ilmu di bidang sektor pertanian, petani garam , pengolahan ikan serta budidaya keramba ikan dan lainnya.
” Kami nantinya akan mendirikan Posko salah satunya di wilayah Muara Air Kantung Bangka, untuk kegiatan ini tentu akan menyiapkan 1 ( satu) Hektar lahan Khusus untuk Bakamla dan Rapala agar lancar menjalankan misi untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia,” ujarnya.
Saat disinggung soal rencana di bentuknya Rapala apakah ada kaitannya dengan Rencana Pendalaman Alur bagi nelayan di Muara Air Kantung?
Dia menjawab dengan lugas, katanya itu salah satu untuk langkah strategis menjaga dan melindungi peran serta Relawan Penjaga Laut Nusantara agar nantinya Muara Air Kantung bisa lancar terlaksana dengan baik seperti apa yang diharapkan oleh nelayan Kabupaten Bangka.
” Ini saya baru pulang menghadap Bakamla pusat di Jakarta, agar Rapala di Bangka Belitung segera dibentuk dan turun meresmikan secara terbuka bahwa organisasi relawan ini sebagai contoh Rapala lain di Indonesia,” ungkapnya.
Harapannya, kami relawan siap ikut serta gotong royong dan memohon kepada pemerintah untuk membantu dan betul-betul merealisasikan tujuan akhirnya adalah untuk kepentingan masyarakat khususnya masyarakat Bangka Belitung.
Penulis : Hary