Scroll untuk baca artikel
Berita Terkini

SPBU Parit Padang Disorot, Pelanggan Nilai Isu BBM Tercampur Air Tak Masuk Akal

485
×

SPBU Parit Padang Disorot, Pelanggan Nilai Isu BBM Tercampur Air Tak Masuk Akal

Sebarkan artikel ini

Caption Foto : Manajer SPBU 24.3321.33 Parit Padang, Ririn, sampaikan bahwa tim teknis internal perusahaan telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap tangki pendam BBM. ( Foto Ist.dok/Kbr.) 

Editor : Haryani

WartaPublik.com, Bangka— Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.3321.33 Parit Padang, Kecamatan Sungailiat, belakangan menjadi sorotan publik menyusul adanya laporan seorang konsumen yang menuding bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamina Dex tercampur air.

Pengaduan tersebut bahkan telah dilaporkan ke Polres Bangka dan kini bergulir ke ranah hukum. Meski demikian, tudingan itu dinilai tidak logis oleh sejumlah pihak, termasuk pelanggan setia SPBU.

Salah satu pelanggan, Yessy Susilawati, menyatakan keraguannya atas dugaan tersebut. Ia mengaku rutin membeli Pertamina Dex di SPBU Parit Padang dan tidak pernah mengalami kendala pada kendaraannya.

“Menurut saya itu tidak masuk akal kalau Pertamina Dex terkontaminasi air,” ujar Yessy dalam percakapan di salah satu grup WhatsApp, Selasa (6/1/2026).

Yessy menjelaskan, kendaraan Toyota Hilux Double Cabin miliknya sejak pertama dibeli selalu menggunakan Pertamina Dex. Ia mengaku mengisi BBM tsecara rutin setiap dua minggu sekali dengan nilai pembelian mencapai Rp900 ribu hingga Rp950 ribu.

“Terakhir saya mengisi Pertamina Dex pada 29 Desember 2025 di SPBU Parit Padang Sungailiat. Itu memang SPBU langganan saya. Selama ini tidak pernah ada masalah,” ungkapnya.

Ia juga mengaku merasa heran karena laporan dugaan BBM tercampur air tersebut hanya berasal dari satu orang pelanggan.

“Saya dari Belinyu menuju Kemuje, Mendo Barat, sempat singgah di Sungailiat. Jadi agak miris juga, karena yang melapor hanya satu orang,” katanya.

Sebelumnya, Manajer SPBU 24.3321.33 Parit Padang, Ririn, telah memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa tim teknis internal perusahaan telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap tangki pendam BBM.

“Hasil pengecekan tidak ditemukan adanya air bebas di dalam tangki pendam,” ujar Ririn.

Ia menjelaskan, di dalam tangki pendam memang terdapat endapan atau slug, namun ketinggiannya kurang dari satu milimeter. Sementara jarak aman ujung pipa sedot dari dasar tangki mencapai sembilan sentimeter.

“Dengan kondisi tersebut, sangat kecil kemungkinan mesin menyedot endapan. Apalagi sampai disebut BBM bercampur air, itu jelas tidak mungkin,” tegasnya.

Hingga kini, proses klarifikasi masih terus berjalan dan pihak SPBU menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan hukum yang berlaku.

Sumber : Kabarbangka.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *