Caption Foto : Deretan kendaraan antre mengisi solar subsidi di SPBU Jalan Depati Hamzah, Bacang, kota Pangkalpinang, Selasa (21/10/2025). Warga menduga antrean didominasi mobil pengerit BBM. (Foto:Edoy )
Editor : Haryani, C.IJ,, C.PW
Wartapublik.com, Pangkalpinang — Antrean panjang kendaraan pengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Depati Hamzah,Bacang, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Selasa (22/10/2025).
Dilangsir Buletinexpres.com, di lokasi menunjukkan deretan kendaraan, mulai dari minibus seperti Isuzu Panther hingga truk besar, mengular hingga ke badan jalan. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas macet parah, terutama di depan simpang tiga SMA Negeri 2 Pangkalpinang (SMADA), yang berhadapan langsung dengan SPBU tersebut.
“Kalau pagi susah lewat, antreannya panjang sampai ke badan jalan. Sudah sering begitu kalau solar datang,” ujar salah seorang pengendara motor yang melintas, Selasa pagi.
Warga sekitar menyebut antrean itu kerap didominasi kendaraan yang diduga menggunakan tangki modifikasi untuk membeli solar bersubsidi secara berulang.
“Mobilnya itu-itu saja, bolak-balik isi solar. Sudah lama kejadian seperti ini,” kata Rina (nama samaran), warga Semabung Lama.
Selain menimbulkan kemacetan, situasi ini juga berpotensi membahayakan karena rawan kebakaran serta membuka peluang penyelewengan BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan nelayan.
Warga menilai antrean solar di SPBU Depati Hamzah sudah menjadi pemandangan rutin setiap kali pasokan solar tiba. Mereka mendesak agar pemerintah dan aparat penegak hukum menindak tegas praktik pengeritan yang merugikan masyarakat luas.
“Setiap kali solar datang, pasti ramai. Mobilnya itu-itu aja antre lagi seperti biasa,” ujar Ridho, warga Air Itam.
Sejumlah warga berharap Pertamina bersama aparat penegak hukum segera menertibkan SPBU yang diduga membiarkan praktik pengeritan solar bersubsidi berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun aparat penegak hukum di Kota Pangkalpinang terkait antrean panjang dan dugaan aktivitas pengeritan BBM di SPBU Depati Hamzah.
Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait untuk meminta penjelasan serta memastikan adanya tindakan tegas terhadap pelanggaran distribusi BBM subsidi.
Sumber : Buletinexpres. com








