Scroll untuk baca artikel
Berita

PT TIMAH Dorong Kemandirian Ekonomi Siswa Difabel di SLB Negeri Mentok

666
×

PT TIMAH Dorong Kemandirian Ekonomi Siswa Difabel di SLB Negeri Mentok

Sebarkan artikel ini

Caption Foto: Siswa SLB Negeri Mentok menunjukkan hasil karya batik dalam Program Sekolah Entrepreneur Difabel yang didukung PT TIMAH . 

Editor ; Haryani
Wartapublik.com, BANGKA BARAT — PT TIMAH (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui Program Sekolah Entrepreneur Difabel yang dilaksanakan di SLB Negeri Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Program ini difokuskan pada pengembangan keterampilan vokasi siswa, khususnya di bidang membatik dan usaha mikro kecil menengah (UMKM), agar para siswa memiliki bekal keterampilan sekaligus kemampuan mandiri secara ekonomi.

Kepala SLB Negeri Mentok, Arif Jananto, mengatakan keterampilan membatik telah menjadi salah satu program unggulan dalam pembelajaran vokasi di sekolah tersebut. Produk batik hasil karya siswa bahkan telah memiliki merek sendiri, yakni Batik Taber.

“Program membatik ini sudah menjadi bagian dari pembelajaran vokasi kami. Kehadiran PT TIMAH sangat membantu, terutama dalam penyediaan alat cap batik, pembingkai kain, serta bahan-bahan membatik,” ujar Arif, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, dukungan tersebut memungkinkan siswa menghasilkan produk dengan variasi motif yang semakin beragam, seperti motif penari, Menara Tanjung Kalian, Wisma Ranggam, mentilin, dan motif khas lainnya.

Selain mengajarkan teknik produksi, para siswa juga mulai dikenalkan pada proses pemasaran. Produk yang dihasilkan telah dipasarkan dengan dukungan sejumlah pihak, di antaranya dinas terkait seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, serta Kodim Bangka Barat.

Tak hanya membatik, program entrepreneur juga dikembangkan melalui unit UMKM sekolah. Dalam hal ini, PT TIMAH turut mendukung pengembangan usaha minuman, seperti jus buah dan produk lainnya, melalui bantuan peralatan.

Arif berharap program yang dijalankan bersama PT TIMAH ini dapat menjadi cikal bakal unit produksi berkelanjutan, sehingga lulusan SLB tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu memperoleh pendapatan secara mandiri.

“Kami berharap ke depan siswa yang lulus bisa memproduksi sendiri di rumah, lalu hasilnya bisa disalurkan melalui sekolah. Tujuan akhirnya adalah kemandirian, baik dalam mengurus diri sendiri maupun secara ekonomi,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui proses pembelajaran membutuhkan waktu karena tidak semua siswa dapat langsung terlibat dalam produksi.

“Kita membutuhkan waktu untuk mengasah keterampilan mereka dan kadang saat mereka mahir mereka sudah lulus, sehingga kita harus mulai mencari bibit baru. Tentu proses belajarnya butuh waktu,” katanya.

Arif juga mengapresiasi dukungan PT TIMAH terhadap program pendidikan vokasi di SLB Negeri Mentok dan berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut.

“Semoga PT TIMAH terus hadir membantu dan membina para siswa kami dengan program berkelanjutan, sehingga para siswa yang lulus nanti bisa mandiri baik secara individu maupun ekonomi,” tutupnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *