Scroll untuk baca artikel
Advertorial

Tabligh Akbar Maulid Nabi di Perlang, Algafry Rahman: Saatnya Meneladani Akhlak Rasulullah

540
×

Tabligh Akbar Maulid Nabi di Perlang, Algafry Rahman: Saatnya Meneladani Akhlak Rasulullah

Sebarkan artikel ini

Caption Foto:Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menghadiri tabligh akbar Maulid Nabi SAW di Majelis Taklim Dhia Ul Muhibbin Desa Perlang, Sabtu malam.

Editor : Haryani

Wartapublik.com, Lubuk Besar— Ribuan masyarakat tampak antusias menghadiri tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di halaman Majelis Taklim Dhia Ul Muhibbin, Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Sabtu (11/10/2025) malam.

Acara dengan tema “Gema Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Mari Kita Jadikan Rasulullah sebagai Uswatun Hasanah dalam Kehidupan Kita” ini tak hanya diikuti masyarakat Perlang, tetapi juga warga dari berbagai wilayah di Bangka Tengah (Bateng).

Turut hadir Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, yang bersama masyarakat mendengarkan tausiah dari KH Abdul Wahab Barabai serta Al-Habib Ali Bin Hasan Bilfaqih.

Dalam sambutannya, Algafry menyampaikan terima kasih kepada para ulama yang telah berkenan hadir mengisi kegiatan keagamaan tersebut. Ia juga mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan acara dengan baik.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa bersilaturahmi. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menandakan bahwa kita perlu terus meneladani dan mencintai Rasulullah. Semoga kegiatan ini menjadi pahala untuk kita semua,” ujar Algafry.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah akan terus mendukung kegiatan bernuansa keagamaan sebagai upaya memperkuat nilai spiritual masyarakat.

“Kami akan terus mendukung kegiatan seperti ini sebagai bentuk ikhtiar kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, melestarikan tradisi, dan mengenalkan Nabi Muhammad SAW kepada generasi muda,” katanya.

Menurut Algafry, antusiasme masyarakat Bangka Tengah terhadap peringatan Maulid Nabi tahun ini sangat luar biasa.

“Berbagai kegiatan digelar seperti tabligh akbar, nganggung, kirab budaya, pawai arakan telur, pawai ta’aruf, hingga lomba-lomba keagamaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk introspeksi diri mengenai sejauh mana umat meneladani ajaran dan akhlak Rasulullah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *