Scroll untuk baca artikel
Berita

PT Timah Manfaatkan Lahan Bekas Tambang untuk Pertanian Jagung di Belitung

789
×

PT Timah Manfaatkan Lahan Bekas Tambang untuk Pertanian Jagung di Belitung

Sebarkan artikel ini

Caption Foto : Kelompok tani bersama PT TIMAH Tbk memanen jagung di lahan bekas tambang Kawasan Perkebunan Terintegrasi Desa Badau, Kabupaten Belitung.

Editor : Hary

WartaPublik.com, BELITUNG — PT TIMAH Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi area pertanian produktif.

Bersama Kelompok Tani Aik Jelutung Desa Badau dan Kelompok Tani Danau Nujau Gantung, perusahaan berhasil mengembangkan pertanian jagung di kawasan pascatambang.

Program penanaman jagung ini dilaksanakan di Kawasan Perkebunan Terintegrasi, Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya PT TIMAH Tbk mengoptimalkan lahan reklamasi agar kembali memberikan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Dalam pelaksanaannya, PT TIMAH Tbk memberikan pendampingan kepada kelompok tani, mulai dari pengolahan lahan, penyediaan sarana produksi pertanian, proses penanaman, hingga masa panen.

Sebelumnya, kawasan ini juga telah dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian nanas Badau bersama kelompok tani setempat.

Ketua Kelompok Tani Aik Jelutung Desa Badau, Suhari, mengatakan bahwa pada panen kali ini pihaknya berhasil memanen sekitar 1,5 ton jagung.

“Potensi panen sebenarnya bisa lebih tinggi, namun sebagian tanaman mengalami kerusakan akibat angin puting beliung,” ujar Suhari.

Ia menjelaskan, pengelolaan lahan pascatambang membutuhkan perlakuan khusus, terutama dalam proses persiapan dan pemupukan tanah.

“Penggunaan pupuk harus lebih banyak karena kondisi tanah pascatambang. Persiapan lahan kami lakukan sekitar tiga minggu sebelum tanam, mulai dari pembajakan hingga pemupukan,” jelasnya.

Ke depan, setelah panen jagung, kelompok tani berencana mengembangkan budidaya cabai dengan pendampingan dari PT TIMAH Tbk yang akan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Harapannya, kerja sama dengan PT TIMAH Tbk dapat terus berlanjut sehingga kelompok tani kami dapat merasakan manfaatnya secara berkelanjutan untuk mendukung perekonomian,” tambah Suhari.

Sementara itu, Camat Badau, Azhari, mengapresiasi langkah PT TIMAH Tbk yang melibatkan kelompok masyarakat dalam pengelolaan lahan bekas tambang.

Menurutnya, program tersebut memberikan dampak positif, baik dari sisi ekonomi maupun edukasi bagi masyarakat.

Ia berharap program ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan guna mengubah pola pikir masyarakat agar tidak selalu bergantung pada sektor pertambangan.

Azhari juga menyampaikan bahwa ke depan lahan tersebut direncanakan kembali dimanfaatkan untuk budidaya cabai dengan cakupan area yang lebih luas. Upaya ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung stabilitas harga pangan di daerah.

“Langkah ini tentu berdampak pada upaya menekan inflasi di Kabupaten Belitung,” ujarnya.

Program pemanfaatan lahan pascatambang ini juga sejalan dengan komitmen PT TIMAH Tbk dalam memperkuat ketahanan pangan. Diharapkan ke depan, program serupa dapat dimasifkan serta melibatkan berbagai instansi terkait agar manfaatnya semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *