Scroll untuk baca artikel
Berita

PT TIMAH Gandeng Polri Perkuat Tata Kelola Pertambangan Timah

601
×

PT TIMAH Gandeng Polri Perkuat Tata Kelola Pertambangan Timah

Sebarkan artikel ini

Caption Foto: Direktur Utama PT TIMAH Restu Widiyantoro bersama Wakapolda Babel Brigjen Pol. Murry Mirranda saat menghadiri FGD tata kelola pertambangan timah di Graha Timah Pangkalpinang.

Editor : Haryani
Wartapublik.com, PANGKALPINANG — PT TIMAH (Persero) Tbk terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pertambangan timah melalui kolaborasi strategis bersama Kepolisian Republik Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola Pertambangan Timah yang digelar di Graha Timah Pangkalpinang, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol. Murry Mirranda, Direktur Utama PT TIMAH Restu Widiyantoro, jajaran aparat penegak hukum, pemangku kepentingan, serta karyawan PT TIMAH.

FGD menghadirkan sejumlah narasumber dari institusi kepolisian, di antaranya Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Suhendri, Penyidik Senior Dit Tipidter Bareskrim Polri Fredya Tri Harbakti Imameza, serta Dirreskrimum Polda Babel Kombes Pol. Muhammad Rivai.

Materi yang dibahas meliputi sistem manajemen keamanan objek vital nasional (Obvitnas), penanganan tindak pidana pertambangan, mitigasi risiko, hingga penguatan pengawasan sektor pertambangan timah.

Direktur Utama PT TIMAH, Restu Widiyantoro, menyampaikan apresiasi atas dukungan Polri dalam upaya memperkuat tata kelola perusahaan.

“Kami berterima kasih kepada kepolisian atas dukungannya dalam meningkatkan tata kelola perusahaan di PT TIMAH.

Melalui forum ini kami belajar langsung dari aparat penegak hukum agar seluruh aktivitas perusahaan berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Menurut Restu, tata kelola sektor timah selama ini masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu dibenahi, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor.

“Kami terus berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Kejaksaan Agung, pemerintah daerah, TNI, dan kini bersama Polri untuk memastikan seluruh aktivitas pertambangan berjalan sesuai ketentuan hukum,” katanya.

Selain fokus pada pengelolaan timah dari hulu ke hilir, PT TIMAH juga mulai mengembangkan potensi mineral ikutan, termasuk unsur tanah jarang yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Sementara itu, Wakapolda Babel Brigjen Pol. Murry Mirranda menegaskan bahwa Bangka Belitung merupakan salah satu daerah penghasil timah terbesar di Indonesia, sehingga sektor ini menjadi pilar penting perekonomian daerah.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa aktivitas pertambangan juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat sinergi dan koordinasi antara kepolisian, manajemen perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan keamanan objek vital nasional,” ujarnya.

Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat sistem keamanan, mencegah aktivitas penambangan ilegal, serta menjaga keberlanjutan industri timah di Bangka Belitung.

Sebelumnya, PT TIMAH juga telah menggelar FGD tata kelola pertambangan dan kemitraan bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola perusahaan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *