Caption Foto: Anggota KWT Lanjut Lestari menunjukkan produk belacan hasil olahan udang rebon yang dibina melalui program pemberdayaan PT TIMAH di Desa Sawang Laut, Karimun. (09/04/26).
Editor : Haryani
Wartapublik.com, KARIMUN — PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program nyata. Salah satunya dengan memberikan dukungan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Lanjut Lestari di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun.
Kelompok yang beranggotakan 10 orang ini mengolah udang rebon menjadi pasta udang dengan merek “Belacan Cinta”. Melalui pembinaan dari PT TIMAH, para anggota kini mampu merasakan manfaat ekonomi dari usaha tersebut.
Ketua KWT Lanjut Lestari, Susilawati, mengatakan kelompoknya terbentuk berkat dukungan PT TIMAH dan juga dibina oleh Pokdakan Tuah Bersatu, yang merupakan kelompok binaan perusahaan.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas dukungannya. Awalnya kami tidak tahu cara membuat belacan, tetapi setelah mendapat pelatihan, sekarang kami mampu memproduksinya sendiri,” katanya.
Menurutnya, melimpahnya udang rebon di wilayah tersebut menjadi peluang yang kini berhasil dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan berkelanjutan.
“Di daerah kami banyak sekali udang rebon. Dengan bimbingan dari PT TIMAH dan Pokdakan, kami belajar cara mengolahnya menjadi pasta udang. Sekarang sudah menjadi produk yang bisa kami jual,” ujarnya.
Saat ini, produk Belacan Cinta telah dipasarkan di toko-toko lokal sekitar desa dan mulai menjangkau wilayah lain seperti Tanjung Balai Karimun dan Batam.
Selain pelatihan, PT TIMAH juga memberikan dukungan berupa fasilitas dan sarana produksi, mulai dari pembangunan rumah produksi, penyediaan peralatan, hingga mesin pengolahan pasta udang.
“Dukungan dari PT TIMAH sangat luar biasa, mulai dari peralatan dan mesin produksi hingga pembangunan fasilitas produksi. Kami benar-benar mendapat dukungan penuh,” kata Susilawati.
Program ini juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi para anggota kelompok, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga.
“Alhamdulillah, sekarang kami sudah mendapat penghasilan. Meskipun tidak besar, ini sangat membantu meringankan beban suami kami. Hasil penjualan juga digunakan untuk tabungan kelompok dan dana sosial,” tambahnya.
Ia berharap program pemberdayaan ini dapat terus berlanjut agar kelompoknya semakin mandiri dan berkembang.
Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT TIMAH terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional dengan memanfaatkan potensi lokal serta mendorong kemandirian ekonomi warga.







