Caption Foto : Wakil Direktur Utama PT TIMAH Tbk Harry Budi Sidharta bersama Direktur SDM Ratih Mayasari dan Direktur Transformasi dan SDM MIND ID Pambudi Soenarsihanto saat Workshop Budaya PT TIMAH Tbk di Graha Timah.
Editor : Haryani
WartaPublik.com, Pangkalpinang — PT TIMAH Tbk terus mengintensifkan transformasi korporasi dengan memperkuat nilai-nilai budaya kerja di seluruh lini organisasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Budaya yang digelar di Graha Timah, Pangkalpinang, Kamis–Jumat (8–9/1/2026).
Kegiatan ini diikuti puluhan karyawan dari berbagai unit kerja dan dihadiri Wakil Direktur Utama PT TIMAH Tbk Harry Budi Sidharta, Direktur Sumber Daya Manusia Ratih Mayasari, serta Direktur Transformasi dan Sumber Daya Manusia MIND ID Pambudi Soenarsihanto sebagai pembicara utama.
Wakil Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Harry Budi Sidharta, mengatakan perusahaan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, baik dari sisi internal maupun eksternal. Kondisi tersebut menuntut transformasi yang cepat, menyeluruh, dan berkelanjutan guna mencapai visi serta target perusahaan.
Menurut Harry, transformasi tidak hanya berkaitan dengan penguatan sistem dan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir dan perilaku kerja seluruh insan perusahaan.
“PT TIMAH telah puluhan tahun bergerak di industri timah. Namun ke depan, tantangannya semakin kompleks. Karena itu, transformasi harus dilakukan secara komprehensif, termasuk dari sisi pola pikir dan budaya kerja,” ujarnya.
Ia menegaskan, perubahan pola pikir menjadi langkah awal dalam menghadapi tantangan. Karyawan diharapkan mampu melihat persoalan sebagai peluang, bekerja lebih efektif, serta berani beradaptasi dengan perubahan.
“Apa yang kita lakukan hari ini harus bertujuan untuk mengembangkan PT TIMAH dan memastikan keberlanjutan perusahaan, tidak hanya bagi korporasi, tetapi juga untuk kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Transformasi dan Sumber Daya Manusia MIND ID, Pambudi Soenarsihanto, menekankan bahwa budaya kerja memiliki keterkaitan erat dengan motivasi organisasi dan individu.
Ia mengakui bahwa proses transformasi bukanlah hal mudah, namun harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh elemen perusahaan.
“Setiap orang perlu memiliki tujuan hidup agar lebih termotivasi. Jangan terpaku pada satu bidang pengetahuan dan jangan mudah menyerah. Orang-orang sukses adalah mereka yang pernah gagal, tetapi mampu bangkit kembali,” katanya.
Menurut Pambudi, di tengah dinamika dan ketidakpastian industri global, transformasi menjadi kunci agar perusahaan tetap adaptif, tangguh, dan kompetitif.
Melalui Workshop Budaya ini, PT TIMAH Tbk berharap dapat menumbuhkan komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang selaras dengan arah transformasi perusahaan menuju kinerja yang berkelanjutan. (*)







