Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Festival Kampung Bintang Jadi Wujud Toleransi dan Pelestarian Budaya di Pangkalpinang

409
×

Festival Kampung Bintang Jadi Wujud Toleransi dan Pelestarian Budaya di Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

Caption Foto: Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Irma, menyampaikan laporan kegiatan saat pembukaan Festival Kampung Bintang 2026 dalam rangka perayaan Chengbeng, Jumat (3/4/2026).

Editor : Haryani

Wartapublik.com, PANGKALPINANG — Festival Kampung Bintang menjadi salah satu wujud nyata upaya menjaga tradisi, keberagaman, dan toleransi yang selama ini menjadi ciri khas Kota Pangkalpinang.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Irma, saat menyampaikan laporan kegiatan pada pembukaan Festival Kampung Bintang, Jumat (3/4/2026).

Menurut Irma, festival ini digelar dalam rangka perayaan Chengbeng sekaligus menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan budaya Tionghoa yang telah lama hidup berdampingan dengan budaya Melayu di Pangkalpinang.

“Festival Kampung Bintang ini kita laksanakan dalam rangka Chengbeng. Kita ingin mengangkat budaya Chinese atau Tionghoa yang ada di Kota Pangkalpinang sekaligus memperkuat citra kota sebagai kota toleransi,” ujar Irma.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat keharmonisan antarbudaya yang telah terjalin baik di tengah masyarakat.

Irma turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga festival perdana ini dapat terlaksana dengan baik.
“Berkat kerja sama yang baik, festival ini bisa terwujud,” katanya.

Selain mengangkat nilai budaya, festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 April 2026, juga diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.

“Festival ini juga diikuti banyak UMKM, tentu bertujuan untuk menggerakkan ekonomi di Kota Pangkalpinang,” tambahnya.

Berbagai kegiatan disiapkan setiap hari mulai pukul 14.00 WIB hingga malam hari dengan ragam agenda yang berbeda.

Di akhir penyampaiannya, Irma mengatakan Chengbeng identik dengan tradisi pulang kampung bagi masyarakat Tionghoa. Karena itu, festival ini turut menghadirkan nuansa nostalgia melalui makanan khas dan suasana kampung agar menarik minat masyarakat maupun wisatawan untuk datang ke Pangkalpinang.

“Kita ingin menghadirkan nostalgia melalui makanan khas dan suasana kampung, sehingga bisa menarik orang datang ke Pangkalpinang,” ujarnya.

Ia berharap melalui Festival Kampung Bintang, keharmonisan antarbudaya di Pangkalpinang semakin kuat dan citra kota sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi terus terjaga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *