Caption Foto:Asisten Pemerintahan Setda Kota Pangkalpinang Juahini danKepala Bidang Destinasi Pariwisata dan Industri Pariwisata kota Pangkalpinang Riharnadi.
Wartapublik.com, Pangkalpinang — Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Asisten Pemerintahan Setda Kota Pangkalpinang, Juahini, mengikuti rapat koordinasi evaluasi Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIPDN) bersama Kementerian Pariwisata dan pemangku kepentingan terkait, Selasa (14/4/2026) di Ruang Sekda kantor Wali Kota Pangkalpinang.
Dalam keterangannya kepada awak media, Juahini menyampaikan bahwa rapat tersebut merupakan pertemuan kedua yang membahas evaluasi terhadap lima RIPDN prioritas nasional yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami hari ini mengikuti rapat koordinasi evaluasi terhadap lima RIPDN. Dari 10 RIPDN yang telah ditetapkan Kementerian Pariwisata, saat ini ada lima yang sudah masuk tahap evaluasi,” ujar Juahini.
Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan terhadap pelaksanaan rencana aksi RIPDN periode 2023–2024 guna memastikan program yang telah disusun berjalan sesuai target nasional hingga tahun 2029.
Menurutnya, pertemuan ini juga bertujuan untuk melengkapi dokumen yang masih kurang dalam rangka pencapaian target pengembangan destinasi wisata prioritas nasional.
Juahini menambahkan, evaluasi tidak hanya menilai realisasi program, tetapi juga manfaat yang dirasakan oleh masing-masing daerah yang masuk dalam kawasan RIPDN.
“Evaluasi ini akan melihat apakah RIPDN yang telah ditetapkan benar-benar memberikan manfaat bagi daerah masing-masing, baik dari sisi ekonomi, infrastruktur, maupun kunjungan wisatawan,” katanya.
Sementara itu Kepala Bidang Destinasi Pariwisata dan Industri Pariwisata kota Pangkalpinang Riharnadi menjelaskan bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung termasuk dalam kawasan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yang mencakup tujuh kabupaten/kota dengan potensi unggulan masing-masing.
Khusus untuk Pangkalpinang, berdasarkan tematik RIPDN, kota ini diposisikan sebagai Urban Hub atau pusat penghubung dalam pengembangan pariwisata di Bangka Belitung.
“Pangkalpinang dalam RIPDN memiliki tematik sebagai Urban Hub, artinya menjadi pusat konektivitas dan hub bagi pergerakan wisatawan menuju daerah-daerah lain di Bangka Belitung,” jelasnya.
Ia menyebut, peran Pangkalpinang sangat strategis sebagai lokasi transit atau tempat singgah wisatawan yang hendak melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di wilayah Bangka maupun Belitung.
Selain itu, pengembangan sektor pariwisata di Pangkalpinang juga diarahkan pada penguatan ekonomi kreatif dan kegiatan penunjang wisata.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Pasar Padi, yang dinilai memiliki potensi sebagai ikon wisata perkotaan sekaligus pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Meski mengakui kunjungan wisata ke Pangkalpinang masih berada di bawah tingkat kunjungan ke Belitung yang dikenal dengan wisata pantainya, Riharnadi optimistis jumlah wisatawan akan terus meningkat.
“Setelah pandemi, kunjungan wisatawan terus menunjukkan peningkatan. Kami juga melakukan berbagai pendekatan melalui penyelenggaraan event untuk menarik lebih banyak wisatawan datang ke Pangkalpinang,” ujarnya.
Riharnadi berharap, Pangkalpinang tetap memiliki peran penting sebagai kota penyangga pariwisata di Bangka Belitung karena menjadi titik awal atau lokasi menginap bagi wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke kabupaten lain.







