Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Juhaini : Inflasi Pangkalpinang Terkendali di Angka 1,41 Persen, Daya Beli Warga Tetap Terjaga

387
×

Juhaini : Inflasi Pangkalpinang Terkendali di Angka 1,41 Persen, Daya Beli Warga Tetap Terjaga

Sebarkan artikel ini

Caption Foto: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, mengikuti rapat pengendalian inflasi daerah secara virtual di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (13/4/2026).

Editor : Haryani

Wartapublik.com, PANGKALPINANG — Mewakili Wali Kota Pangkalpinang,  Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, mengikuti Rapat Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual melalui Zoom Meeting di Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (13/4/2026).

Dalam keterangannya, Juhaini menyampaikan bahwa pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan kondisi inflasi daerah pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026 masih dalam kategori terkendali.

Menurut Juhaini, tingkat inflasi Kota Pangkalpinang saat ini tercatat sebesar 1,41 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 107,40, angka yang dinilai masih berada dalam batas aman sesuai target nasional.

“Angka ini masih tergolong moderat dan berada dalam rentang target nasional, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen. Artinya, kondisi inflasi kita masih terkendali,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah komoditas yang masih memberikan tekanan terhadap inflasi, terutama dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang andil sebesar 1,17 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain daging ayam ras, cabai, cumi-cumi, dan udang. Selain itu, kenaikan tarif angkutan udara akibat tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran juga turut memengaruhi laju inflasi.

“Untuk komoditas non-pangan, kenaikan juga dipicu oleh harga emas perhiasan,” tambahnya.

Juhaini menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri juga telah mengingatkan sejumlah daerah terkait kenaikan harga komoditas yang melebihi Harga Acuan Penjualan (HAP), khususnya daging ayam ras.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Pangkalpinang diminta melakukan intervensi harga terhadap sejumlah komoditas strategis, seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, Pemkot Pangkalpinang tetap mengacu pada roadmap pengendalian inflasi daerah 2025–2027 melalui strategi 4K, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan memperkuat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta menerapkan pendekatan berbasis analisis prediktif.

“Kita akan menyusun kalender inflasi sebagai upaya antisipatif. Jadi, tidak hanya reaktif, tetapi juga bisa memprediksi potensi kenaikan harga ke depan,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan menggandeng kelompok wanita tani (KWT) dan petani lokal guna meningkatkan produksi komoditas strategis, sehingga mampu menekan gejolak harga di pasaran.

Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan terbaru, harga sejumlah komoditas yang sempat mengalami kenaikan pasca Lebaran kini mulai berangsur turun.

“Alhamdulillah, saat ini harga sudah mulai turun dan berangsur stabil,” tutupnya.

Pemkot Pangkalpinang optimistis melalui sinergi lintas sektor dan penguatan produksi lokal, stabilitas harga dapat terus terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *