Scroll untuk baca artikel
Berita Terkini

Usai Kasus Penganiayaan Pedagang, Pemkot Pangkalpinang Turunkan Razia Jukir Liar

864
×

Usai Kasus Penganiayaan Pedagang, Pemkot Pangkalpinang Turunkan Razia Jukir Liar

Sebarkan artikel ini
Caption Foto : Ilustrasi Juru parkir liar yang kerap meresahkan masyarakat. Dugaan kasus penganiayaan terhadap seorang pedagang di Alun-Alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang baru-baru ini.

Editor : Haryani, C.IJ,, C. PW

Wartapublik.com, Pangkalpinang — Pemerintah Kota Pangkalpinang meningkatkan intensitas razia dan penindakan terhadap juru parkir liar yang kerap meresahkan masyarakat.
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas berbagai laporan warga, keluhan di media sosial, serta kasus penganiayaan terhadap seorang pedagang di Alun-Alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang baru-baru ini.

Kepala UPTD Pengelola Prasarana Teknis Perhubungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pangkalpinang, Welly A. Riduan, mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Satreskrim dan Satlantas Polresta Pangkalpinang untuk melakukan pengawasan dan penindakan di lapangan.

“Kami berkomitmen menindak tegas segala bentuk pelanggaran dan praktik premanisme yang dilakukan oleh juru parkir liar,” ujar Welly, Senin (27/10/2025).

Ia menambahkan, Dishub bersama kepolisian telah memetakan lokasi rawan dan akan mulai melakukan razia dalam waktu dekat.

“Sudah kami petakan untuk pelaksanaan kegiatan sampai dua bulan ke depan. Insyaallah minggu ini kami mulai turun ke lapangan,” imbuhnya.

Sebelumnya, seorang pedagang di kawasan ATM menjadi korban penganiayaan oleh oknum juru parkir hingga mengalami patah tulang hidung. Saat ini, Polresta Pangkalpinang masih memburu pelaku.

Rencana razia ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat dan warganet. Sebagian besar mendukung langkah tegas pemerintah, namun ada pula yang menilai respons Dishub terlalu lambat.

Danang Kim mempertanyakan legalitas parkir tanpa karcis: “Parkir gak ada karcis, dimata hukum gimana?”

Gandus Mangku Negara menulis: “Ade kejadian barulah bertindak, e duhh haduhhh,” sebagai bentuk kekecewaan.

Jamal Peratama menilai maraknya juru parkir liar sudah sangat mengganggu: “Bnyak ih ngrapek.”

Nazirin Enzi mendukung razia rutin: “Razia kalo bisa rutin dan benar-benar ditangkap, karena meresahkan dan jadi ladang preman.”

Beragam reaksi tersebut menunjukkan bahwa persoalan parkir liar di Pangkalpinang bukan sekadar soal ketertiban, tetapi juga menyangkut penegakan hukum, tanggung jawab pemerintah, dan kenyamanan publik.

Pemerintah Kota Pangkalpinang diharapkan dapat menindaklanjuti razia ini dengan langkah berkelanjutan dan solusi komprehensif, agar masyarakat merasa aman dan tertib di ruang publik.

SUMBER : BABELAKTUA.COM/JMSI

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *